PRODAJA ART

Multimedia . Design Grafis . Ilustration . Web Design

PRODAJA ART

Multimedia . Design Grafis . Ilustration . Web Design

PRODAJA ART

Multimedia . Design Grafis . Ilustration . Web Design

PRODAJA ART

Multimedia . Design Grafis . Ilustration . Web Design

PRODAJA ART

Multimedia . Design Grafis . Ilustration . Web Design

Tampilkan postingan dengan label DESIGN GRAFIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESIGN GRAFIS. Tampilkan semua postingan

Apa sih multimedia itu ?


Multimedia adalah penggunaan computer untuk menyajikan dan menggabungkan text, suara gambar dan animasi dengan dengan alat bantu dan koneksi ( tool dan internet link) sehingga pengguna dapat berinteraksi berkarya dan berkomunikasi dan multimedia juga diadopsi oleh dunia game.
Multimedia digunakan pula di duna pendidikan dan bisnis. Di dalam dunia pendidiakn multimedia digunakan sebgai bahan atau media pengajaran baik dalam kelas maupun sendiri sendiri. Didalam bisnis multimedia digunakan sebagai profil perusahaan, promosi bahkan sebagai kios informasi dan pelatihan.

Definisi Multimedia
Multimedia adalah Perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik.

Jenis Multimedia
Pada perkembangannya Multimedia dibagi atas dua jenis yaitu “Multimedia Linier” dan “Multimedia Interaktif. Multimedia Liner adalah jenis multimedia yang berjalan lurus. Multimedia jenis ini bisa diliat pada semua jenis film, Tutorial Vidio, dll. sedangkan Multimedia Interaktif adalah jenis multimedia interaksi, artinya ada interaksi antara media dengan pengguna media melalui bantuan komputer, mouse keaboard.

Multimedia telah diaplikasikan dalam berbagai bentuk dan tujuan sesuai fungsi pengaplikasiannya, seperti:
1. Media Pembelajaran
2. Game: virtual game, virtual driving
3. Film, Animasi
4. Medis: animasi petunjuk medis
5. Militer
6. Bisnis
7. Desain Arsitektur
8. lahraga dan Hobi
9. Iklan dan Promosi

Multimedia Developer
+ Instructional Designer
– Software aplication
– Role play template
– Interactivity matter
– Certification procedure
– Learning Strategy
+ Art Designer
– Graphic Icon
– Color Harmony
– Software Aplication
– Background & Layout
– Role play template
– Interactivity matter
– Certification procedure
– Learning Strategy
– Sound Recording
– Sound Editing
– Combine audio & Graphic
– Interactivity icon
– Animated Object
+ Software Engineer
– Development Process
– Development Tools
– Code Development
– Software Testing
– Software Maintenance

Dalam Proses pembuatan Multimedia atau Multimedia Production banyak melibatkan hal2 yang sama pada proses pembuatan film diantaranya:
Story board capturing
Adalah proses pembuatan konsep dalam Multimedia Production tsb. dengan melakukan proses wawancara, survey, observasi, dokumentasim, pengumpulan vidio, audio dan media lain.
Storyboard Making
yaitu proses pembuatan storyboard atau konsep cerita atau papan gambar secara det41 l. proses ini melibatkan: pembuatan det41 l alur cerita dalam bentuk gambar, menganalisa komponen atau objek dari segi kelayakan penampakan, dan mengumpulkannya dalam bentuk breakdown
Graphics Production
yaitu pembuatan grafis atau gambar atau vidio, meliputi:
= pembuatan grafis atau gambar atau vidio berdasarkan storyboard yang telah disusun
= Komponen grafis meliputi: Logo, Icon navigasi, tokoh animasi, backgraound, callout, text judul
= Ouput: Tabel breakdown komponen storyboard, kumpulan gambar cerita


...

Teori Warna dan Color Management


Warna memiliki unsur seni dan teknologi serta merupakan salah satu bagian yang cukup rumit untuk dikuasai. Penguasaan terhadap warna ini sangat mempengaruhi proses dan hasil akhir produksi dari percetakan yaitu bagaimana mempresentasikan hasil sebuah design kedalam bentuk cetak dengan penyimpangan warna yang minimal. Hal ini membutuhkan pengertian yang mendalam tentang bagaimana mata manusia mempresepsikan dan melihat warna.
Bermain dengan warna adalah hal yang menyenangkan dan dapat menjadi pengalaman yang menarik. Pengertian yang baik tentang warna dan bagaimana mengaplikasikannya kedalam sebuah karya dapat menolong kita untuk lebih berekspresi dengan pabrik seni kita.

Apakah Itu Warna?

Pengalaman kita tentang warna selalu melibatkan tiga unsur, yaitu: cahaya, objek dan pengamat. Hal yang menarik adalah bahwa ketiga unsur dari warna tersebut melibatkan tiga buah bidang ilmu yang berbeda, apabila kita berbicara tentang bagaimana cahaya mempengaruhi warna maka kita akan membahas aspek fisika dari warna, bila kita membicarakan bagaimana sebuah benda dapat mempengaruhi cahaya maka kita membicarakan aspek kimia dari molekul dan atom benda dalam menyerap cahaya sedangkan bila kita membicarakan bagaimana pengamat melihat warna, kita menemukan diri kita membicarakan biologi karena hal tersebut maka warna adalah hal yang cukup kompleks. Penglihatan kita terhadap warna dapat dimanipulasi dengan merubah ketiga unsur warna ini.

Sifat Fisika Dari Cahaya

Cahaya sangat menarik untuk dibahas. Cahaya merambat melalui ruang hampa sepanjang kurang lebih 93 juta mil dalam waktu kurang dari 8 menit untuk sampai ditempat yang kita sebut bumi dan menerangi kita semua, membantu membuat hidup ini lebih nyaman dan nikmat. Cahaya membuat kita mampu melihat sinat keemasan dari matahari yang terbenam, birunya laut, sejuknya hijau pepohonan dll.
Cahaya adalah energi yang besarnya bergantung dari panjang gelombangnya. Cahaya terdiri dari foton yang merupakan paket quantum dari energi yang memiliki sifat materi dan gelombang pada saat yang bersamaan. Semakin tinggi frekuensi dari cahaya semakin tinggi energi yang dibawa dan semakin pendek panjang gelombangnya.
Mata manusia hanya diciptakan untuk melihat cahaya dengan panjang gelombang tertentu yaitu dari kisaran 370 nm sampai 703 nm yang terdiri dari enam macam warna primer yaitu: merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu. Sir Isacc Newton menambahkan warna ketujuh diantara biru dan ungu yaitu indigo agar warna primer ini dapat terasosiasikan dengan banyaknya nada dalam music. Cahaya dalam spektrum inilah yang kita bicarakan dalam dunia seni grafis yang sering disebut dengan spectrum kasat mata.

Objek, Sifat Kimia Dari Cahaya

Bagaimana sebuah benda bereaksi dengan cahaya juga sangat mempengaruhi warna dengan presepsi kita tentang warna. Permukaan sebuah benda harus bereaksi dengan cahaya untuk dapat mempengaruhi warna.
Dalam interaksi dengan atom atau molekul permukaan inilah sebuah objek menyerap panjang gelombang tertentu dan meneruskan panjang gelombang yang lain, karena inilah spectrum warna dari cahaya yang dipantulkan tidak sama dengan spekturm sumber cahaya. Besaran dari sebuah objek menyerap dan memantulkan pajang gelombang tertentu disebut dengan reflectance, yang besarnya tidak bergantung pada cahaya.
Menarik juga untuk dibicarakan adalah fenomena fluorescence yang sering membingungkan dalam management warna (color management). Beberapa atom atau molekul memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap foton dengan energi tertentu dan memancarkan foton dengan energi yang lebih rendah. Fenomena fluorescence ini kadang kala merubah sebuah panjang gelombang menjadi sebuah cahaya dengan panjang gelombang yang lain.
Efek yang sering ditemui adalah dalam lampu neon dimana sumber foton yang datang dari panjang gelombang yang tidak kasat mata manusia diubah menjadi panjang gelombang yang kasat mata dan biasanya biru atau ungu dank arena inilah objek tersebut terlihat memancarkan cahaya lebih banyak dari cahaya yang datang sehingga terlihat lebih terang atau putih. Teknik ini juga banyak dipakai oleh sabun deterjen dengan menambahkan “fluorescent brightener” atau sering disebut bluish agent karena sifatnya yang mengubah sinar ultra violet dari cahaya matahari menjadi cahaya yang kasat mata hingga memberikan efek lebih putih.

Mata Sang Pengamat

Faktor ketiga dari warna adalah pengamat, factor terakhir dan juga yang paling kompleks. Warna yang dipresepsikan oleh manusia sangat berbeda dengan yang dialami oleh binatang. Anjing dan kucing lebih peka terhadap warna biru dan merah dari pada hijau.
Mata manusia memiliki 3 jenis reseptor warna untuk memproduksi semua warna yang kita ketahui yaitu: Merah (Red), Hijau (Green) dan Biru (Blue) karena hal inilah disebut Trikromat (Trichomacy). Fakta inilah yang membuat kita mampu mereproduksi warna hanya dengan memakai tiga jenis pigmen warna untuk hasil cetak dan tiga jenis fosfor pada monitor.
Struktur reseptor mata manusia yang berbasis trikromat ini memungkinkan kita untuk melakukan pencampuran warna berdasarkan addative primaries dan subtractive primaries.
  • Warna primer additive terdiri dari tiga warna yaitu: merah, hijau dan biru dimana warna sekunder didapat dengan penambahan dari ketiga warna primer. Warna ini biasanya dihasilkan oleh tiga sumber cahaya dengan panjang gelombang tertentu (merah, hijau dan biru). Warna primier additive ini dimulai dengan warna hitam yang didapatkan dengan tidak memakai semua panjang gelombang yang ada (tidak ada cahaya), seiring dengan penambahan panjang gelombang maka akan tercipta warna antara yang nantinya diakhiri dengan warna putih dimana semua panjang gelombang dipakai secara maksimal (merata).
  • Warna primer subtractive juga terdiri dari tiga warna yaitu: cyan, magenta, yellow. Pencampuran warna substractive dikenal juga dengan nama Pencampuran Pigmen yang biasa dijumpai ketika kita melukis dengan cat air atau cat minyak. Disebut warna primer subtractive karena alih-alih menambahkan panjang gelombang, mereka menyerap panjang gelombang tertentu dan meneruskan panjang gelombang yang lain dari sebuah sumber cahaya. Jadi apabila kita menyebut warna cyan, hal ini berarti pigmen warna cyan menyerap panjang gelombang yang panjang dari cahaya atau red substractor. Magenta menyerap panjang gelombang sedang atau green substractor dan Yellow menyerap panjang gelombang pendek atau blue substractor.

Dari sini kita bias melihat bahwa warna primer additive maupun substractive bekerja dengan memanipulasi panjang gelombang cahaya yang memasuki retina mata kita sebagai pengamat.

....

5 Prinsip membuat logo yang baik

 












Bagaimana cara membuat logo yang baik?

Sebuah logo yang baik adalah Memiliki ciri khas,
tepat, praktis, grafis yang baik, sederhana dalam
bentuk dan dapat menyampaikan pesan yang anda inginkan.

Ada lima prinsip yang harus Anda ikuti untuk memastikan
Sebuah logo yang efektif adalah:

- Sederhana
- Berkesan / mudah diingat
- Bisa dipakai selamanya
- Serba guna
- Sesuai dengan pesan produk / brand yg dimaksud

1. Sederhana

Logo yang baik adalah logo yang sederhana dalam
penyampaian dan pembuatan. Sehingga klien dapat
lebih mudah memahami apa yang ingin disampaikan.
Memudahkan orang lain untuk memahami maksud
dari brand atau image perusahaan tersebut.
Terlihat jelas pada logo 3M yang sangat sederhana,
hanya dengan menggunakan angka 3 dan huruf M.
Sehingga terlihat sederhana namun mudah di ingat.


2. Berkesan / Mudah di ingat

Apabila orang tekesan melihat logo kita,
secara tidak langsung kita membuat orang /
client tersebut menjadi tertarik untuk memahami
atau mencari tahu tentang produk yang dimaksud.
karena brand atau logo yang baik adalah yang
meninggalkan kesan yang baik pula.

3. Bisa dipakai selamanya / berguna dalam jangka waktu yang cukup lama.

Logo yang baik adalah yang mampu
membuat image brand tersebut bertahan
lama dipasaran dan tidak termakan usia.
Karena logo tersebut telah tertanam
didalam ingatan kita.

4. Serbaguna / multifungsi (sebagai gambar yang mewakili)  

Logo yang mewakili sebuah brand adalah tanggung
jawab seorang designer. Karena Logo tersebut kelak
menjadi sebuah image yang sangat penting.
Bagaimana Logo teresebut mewakili dan mudah dipahami?
kita lihat saja pada logo diatas. Hanya dengan sebuah
kalimat, namun didalamnya ada sebuah arti, yang dapat
dilihat dari huruf i L i. yang membentuk sebuah keluarga.
sehingga terwakili lah sebuah brand tersebut. Walaupun dengan
Disain grafis yang sangat sederhana.

5. sesuai dengan pesan produk / brand yg dimaksud

Logo harus benar-benar sesuai dengan tema brand.
kita ambil contoh Logo Toysrus. Logo tersebut
menggunakan huruf ke kanak-kanakan.
Warna warni dan penuh dengan kecerian.
akan tetapi sebuah logo tidak perlu menggunakan
brand yang dijual sebagai image logo.
contoh Nokia tidak menggunakan
Handphone sebagai icon. Apple tidak
menggunakan gadgetnya sebagai iconnya.
Mengapa? karena apabila Brand seperti
Nokia dan Apple menggunakan gadgetnya
sebagai simbol / icon kedalam sebuah logo,
tentu saja logo tersebut akan tidak bertahan lama.
karena brand tersebut terus menerus
mengeluarkan produk terbaru. Jadi icon
hanya berfungsi pada sebuah perusahaan
pelayanan dan jasa. Seperti rumah sakit,
Ekspedisi / cargo, Makanan dan minuman

Semoga share ini bisa menjadi ilmu baru buat kita semua.